Wednesday, September 5, 2012

AFAID 2012... Anime or just for fun...?


Panas terik yang suhunya mencapai 34˚C, derap kaki ‘Anime Freakers’ tidak merubah pikiran untuk berdiam di rumah atau jalan-jalan di Mall untuk mencari kesejukan. AFAID atau ANIME FESTIVAL ASIA INDONESIA 2012 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran; telah menjadi ‘magnet’ para penggila animasi Jepang. Pada antrian “Ticket Redemption” terlihat antrian yang cukup panjang untuk menukar tiket masuk. Namun sayang sekali, panitia penyelenggara terlihat kurang mempersiapkan antusias para pengunjung. Hal yang cukup dikagumi adalah ribuan para pengunjung ini cukup tertib dalam antriannya, mungkin mereka sudah sadar jika antri dengan tertib bisa  membantu jalannya keamanan dalam membeli atau menukarkan tiket. Bayangkan jika pengunjungnya tidak tertib seperti acara pertandingan bola yang pernah ada di Jakarta pada waktu lalu.

“Gue kecewa banget sama Raja Karcis-nya, masa yang VIP lo udah mesen jauh-jauh hari, malah kena antre empat jam. Sedangkan yang beli on the spot malah gampang banget," keluh Rhesa yang sudah datang sejak pukul 9 pagi.” (Editor : Aditia Maruli)

(http://www.antaranews.com/berita/330715/ribuan-pengunjung-padati-anime-festival-asia-indonesia-2012. Diunduh tanggal 2 September 2012, jam 22:14WIB)







Setidaknya panitia menyiapkan tiang pembatas baris agar bisa antri dengan rapih dan tertib tanpa mengganggu jalannya mobil untuk parkir.




AFAID 2012 menghadirkan artis J-Pop yang membawakan lagu-lagu anime, seperti 7!!, bless4, Ichirou Mizuki, Lisa, angela, Kotoko, SeaA, dan Stereopony yang tampil di konser Super Anisong Stage. Acara ini juga mengundang bintang tamu dari dunia otaku dan cosplay, seperti Danny Choo, Vivian Wijaya, Kaname, Akatsuki Tsukasa, dan Richfield.
              Pengunjung yang datang mengenakan berbagai macam kostum, ada yang harajuku-style, akiba-style, cosplay, casual, dan ada juga yang datang dari luar Indonesia. Fenomena yang bisa ditangkap dengan indera penglihatan ini adalah setiap kali ada acara kebudayaan Jepang, baik itu Ennichisai, Jak-Japan Matsuri, Gelar Jepang UI, dan sebagainya; pasti ada Costume Player. Apakah setiap acara kebudayaan Jepang selalu identik dengan costume play?

Gambar : beberapa pelaku cosplay dan penggemarnya.

Mungkin ada beberapa orang kecewa dengan acara ini, karena judul acaranya ANIME FESTIVAL ASIA INDONESIA. Anime yang berarti animasi Jepang, namun stand Anime tidak ditemukan pada exhibition hall. Stand yang ada yakni stand kartun, anime dan game merchandise, makanan, provider telepon selular, provider televisi parabola, arcade gaming, penjualan CD – DVD original, dan card game tournament.
Hal yang lebih mengejutkan lagi, di AFAID ini ada メイド・カフェ / Maid Cafe” danバトラー・カフェ / Butler Cafe”. Maid Cafe dengan nama “Moe Moe Kyun” dan Butler Cafe dengan nama “Atelier Royale”. Umumnya mereka yang datang ke dua cafe ini sudah tahu melalui manga, anime, maupun berita; dan pastinya mereka ingin tahu rasanya seperti apa. Beberapa pengunjung tidak memahami arti dari “Moe”, “Maid Cafe”, “Butler Cafe”; dan yang sangat disayangkan adalah kenapa cafe ini berada di dalam exhibition. Berbagai macam bunyi musik exhibition dan suara para pengunjung mungkin mengganggu ‘mood’ tamu yang sedang ada di dalam cafe. Ada beberapa kekurangan juga, para ‘maid’ dan ‘butler’ ini tidak menyambut langsung dari pintu masuk, tapi yang ada laki-laki dengan HT yang kelihatannya seperti ‘bodyguard cafe’.
Makanan yang dapat dipesan di kafe tersebut, yaitu omurice (omelet rice), curry rice, strawberry short cake, chocolate mousse cake dan teh dalam kemasan pet botol. Beberapa orang juga ada yang ‘shock’ melihat harga tersebut, tapi ada juga yang terkagum-kagum setelah makan dan minum sambil yel-yel “元気パワーアップ / Genki Power-Up!”
              Foto yang dipajang di depan “Atelier Royale” butler cafe, sekilas terlihat artis atau selebriti Korea. Mungkin ada baiknya penyelenggara butler cafe ini bisa membedakan model gaya Jepang dengan Korea. Apakah beberapa orang Indonesia ada yang sulit untuk membedakan mana yang gaya Korea dan Jepang? Atau bahkan tidak peduli terhadap hal ini?





              Acara AFAID 2012 telah menjadi barometer animo budaya Jepang di Jakarta. Sempat beberapa waktu serangan budaya Korea mendominasi dunia entertainment dan produk elektronik di Indonesia. Jumlah ribuan pengunjung yang datang ke acara ini mereka antusias dengan budaya Jepang. Komentar dari beberapa blog, mereka tidak sabar menunggu AFAID 2013 dan berharap acara ini diadakan lebih besar dari sebelumnya.


アディティア・ライ氏は「日本のポップカルチャーはまだ死んでいない。自信を持って、インドネシアのファンの期待に応えてほしい」と語った。 (田村慎也-じゃかるた新聞)

http://www.jakartashimbun.com/free/detail/529.html. Diunduh tanggal 2 September 2012, jam 22:14WIB



              Terlihat ramai pada stand penjual mainan, beberapa pengunjung berkumpul di satu sudut dan melihat kotak pura-moderu (plastic model). Ternyata plastic model yang banyak digemari yakni Mobile Suit Gundam series dan datang ke counter untuk membelinya. Di Jepang, penjualan plastic model Mobile Suit Gundam series masih pada tingkat tertinggi. Setiap ada model baru pun, para penggemar Gundam akan menunggu di depan toko yang dituju sehari atau 2 hari sebelum peluncuran. Otaku Gundam juga pastinya tidak diragukan lagi ada di barisan terdepan dan terkadang mereka cosplay karakter Amuro Ray (アムロ・レイ) dan Char Aznable (シャア・アズナブル).




              Kembali dengan harapan yang akan diselenggarakan tahun depan, semoga ada stand yang menjual DVD anime original (baru atau bekas), CD anime soundtrack, workshop software animasi, forum anime, promo sekolah animasi di Jepang, dan cafe yang bertema dari anime, seperti Gundam Cafe.
 










Gambar : Suasana Gundam Cafe. Makanan dan minuman di Gundam Cafe – Akiba, Tokyo. (http://g-cafe.jp/. Diunduh tanggal 2 September 2012, jam 22:20WIB)


(Roberto Masami P. - JaYaPoKen)

1 comment:

  1. BLOG nya menarik sekali keren banget ka kunjungi yang satu ini yaaa biar kalian ga bingung dalam menentukan masalah GEDGET
    http://zapplerepair.com/iPhone-6-lcd-ada-bayangan-hitam-diganti-baru-juga-sama.html

    ReplyDelete